Airanika Maheswari -tidak butuh perlindungan. Sebagai putri Menko, ia sudah terbiasa hidup di bawah mikroskop publik, membangun Maheswari Atelier dengan logika yang dingin. Namun, segalanya berubah saat ia harus berhadapan dengan "Adinatha Kala Wijaya" -Menteri Luar Negeri yang tak tersentuh, pria yang memandang dunia sebagai papan catur, dan memandang Aira sebagai anomali yang harus ditundukkan. Di depan kamera, mereka adalah musuh bebuyutan yang beradu argumen tentang kedaulatan industri. Namun di koridor senyap kementerian, di balik pintu-pintu rapat yang tertutup, ada jenis ketegangan lain yang mulai memicu api. Saat media mulai mencium aroma skandal dan keluarga Maheswara menuntut kesetiaan, Aira dan Adinatha terjebak dalam permainan persepsi yang berbahaya. Di antara nota diplomatik dan tatapan yang tidak terjelaskan, mereka harus memilih -Menjaga jarak demi martabat negara, atau melanggar garis itu dan membiarkan segalanya terbakar. "Satu meja. Dua agenda. Dan sebuah perasaan yang tidak masuk dalam draf kebijakan."
Más detalles