"Hidup gue itu kayak radio rusak; berisik, nggak jelas arahnya, tapi kalau dimatiin malah sepi." - Azalea.
Azalea Calista pindah ke SMA Garuda dengan satu prinsip: Menyala Abangku! Dia nggak butuh teman, dia cuma butuh ruang buat yapping soal konspirasi tukang bakso sampai alasan kenapa cicak nggak pernah jatuh dari atap. Dia absurd, dia aneh, dan dia bangga jadi "solo player".
Sampai akhirnya, dia nabrak Zahra Nafisya, preman sekolah bertampang sangar yang hobi bolos dan punya koleksi surat peringatan lebih banyak daripada koleksi sepatu. Bukannya takut, Azalea malah curhat 24/7 ke Zahra. Hasilnya? Mereka jadi duo maut yang bikin guru BK pensiun dini.
Namun, hidup "ganjil" mereka mulai terganggu oleh dua orang "genap" yang terlalu teratur:
Arya Mohan Pradipta, Ketua OSIS yang perfeksionis dan merasa hidup Azalea adalah polusi suara yang harus ditertibkan.
Gabriel Alfa Rizta (Eby), Wakil Ketua OSIS yang selalu jadi "polisi moral" di balik punggung Zahra, padahal diam-diam selalu nyelipin susu kotak di tas cewek itu biar nggak pingsan pas dihukum jemur.
Di antara hukuman lari keliling lapangan, debat kusir di ruang OSIS, dan teori-teori ajaib Azalea, ada garis yang mulai bengkok. Ternyata, si paling berisik butuh telinga untuk mendengar, dan si paling tangguh butuh bahu untuk bersandar.
Siap-siap, karena di SMA Garuda, yang ganjil justru yang paling bikin kangen.
All Rights Reserved