Profit With(out) Benefits

Profit With(out) Benefits

  • WpView
    Reads 677
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 17 hours ago
☕🍪 Jangan lupa mampirrr ke Kafe Titik Kumpul ☕🍪 Hanya butuh waktu satu tahun untuk sebuah Kafe bernama 'Titik Kumpul' yang dikelola dua teman lama dapat berkembang pesat di kota besar. Mereka adalah Yahya Ariendra dan Aruni Mustika, memutuskan membangun bisnis bersama. Ide dari Yahya dengan alasan lelah menjadi budak corporate. Mereka bekerja sama meraih keuntungan dari bisnis kafe yang mereka jalankan. Namun, seiring berjalannya waktu, niat mencari keuntungan itu seolah hanya jalan untuk 'seseorang' mendapatkan apa yang ingin dia raih sebenarnya. Aruni menganggap semua hubungannya dengan Yahya hanya demi kelancaran bisnis dan selalu menghindari pembahasan tentang perasaan. Sementara Yahya, menganggap hubungannya bisa lebih dari sekadar partner bisnis. Hingga akhirnya, fakta mengenai masa kelam seorang Yahya Ariendra membuat Aruni menjadi goyah. Namun, apa jadinya jika penolakan Aruni ternyata karena perempuan itu juga ikut menyimpan sesuatu? Mampukah Yahya meyakinkan perempuan plin-plan itu atau justru-memilih menyerah pada akhirnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayah Pulang Jam Berapa? [END]
  • Titipan Terakhir Ayah [SELESAI]
  • Men(Dian)g (END)
  • Wings to Wishper
  • Be Family
  • Our Home
  • Menjalin Cinta
  • Permata Sadajiwa
  • MY HUSBAND IS CHEF? {Geng Rempong : 13}
  • Sweet Uncle In My House

Rakhasena Adiwira, bocah tujuh tahun yang selalu pulang dengan langkah pelan. Di sekokah, ia sering melihat Aksa dijemput oleh ayahnya. Rakha ikut tersenyum... tapi dadanya terasa kosong. Ayah Rakha jarang ada di rumah. Seragam pilot itu selalu pergi lebih dulu daripada Rakha bangun tidur, dan kembali saat lampu kamar sudah dipadamkan. Setiap sore, Rakha duduk di samping ibunya, menatap jam dinding yang berdetak pelan. Dengan suara kecil yang selalu sama, ia bertanya- "Bu... Ayah pulang jam berapa?" Dan pertanyaan itu, entah kenapa, tak pernah terdengar sederhana. -------------------------------------------------------------- Publish: 14/12/2025 Re-publish: 29/12/2025 End: 12/1/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines