Pertemuan itu terasa seperti dongeng yang menjadi nyata. Dua pangeran, dua janji, dan satu tatapan yang seolah mampu menyembuhkan luka lama Flauleins Matilda. Bagi dunia, Fleyn adalah gadis yang sangat beruntung karena dicintai dengan begitu megah dalam waktu singkat.
Semakin Fleyn melangkah masuk ke dalam dekapan cinta yang sempurna, semakin ia menyadari bahwa setiap senyuman menyembunyikan dosa, dan setiap pelukan adalah cara untuk membungkam kebenaran. Pahlawan yang ia puja bukanlah penyelamat, melainkan penjaga gerbang dari sebuah tragedi yang melibatkan darah keluarganya sendiri.
"Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar jujur. Bahkan pelindungmu pun adalah seorang pembohong ulung."
Ketika kebenaran mulai terkuak di balik dinginnya jeruji besi, sebuah pengakuan terakhir terlontar, sebuah kalimat cinta yang dibungkus dengan kekejaman yang disengaja. Kini, dengan luka yang baru saja menganga, Fleyn harus mengejar bayang-bayang masa lalunya ke sebuah kota bernama Maria City.
Karena ternyata, musuh terjahat bukanlah orang yang membencimu, melainkan dia yang mencintaimu dalam diam sambil menyembunyikan belati di balik punggungnya.
"Lo mau gue berlutut?"
***
Ariana Vallen adalah gadis biasa, sebatang kara, sibuk bertahan hidup, dan satu-satunya hiburannya adalah membaca novel di ponselnya.
Sampai suatu malam, setelah menamatkan cerita yang berjudul A Whisper of Love, hidup Aria berubah. Saat terbangun, dia mendapati dirinya bukan lagi di kamar sempitnya, melainkan di dunia novel itu sendiri. Sebagai Ariana Mavelle, kembaran protagonis pria yang kelak akan tewas tragis di tangan antagonis.
Kini, dengan seluruh jalan cerita yang sudah ada di tangannya, Aria bertekad untuk mengubah takdirnya. Dia akan melindungi sang antagonis, dari dunia yang perlahan mengubahnya menjadi sosok yang dibenci semua orang.
Dengan begitu Aria tidak akan mati, bukan?