SEVEN DAYS OF LOVE ANGKASA & KEYSHA
Angkasa Areksandra Pradipta, seorang remaja berusia delapan belas tahun, hidup dengan vonis yang kejam: penyakit hati yang dideritanya sejak kecil tidak bisa disembuhkan, kecuali dengan donor hati. Setiap hari baginya hanyalah hitungan mundur menuju kematian. Ia memilih pasrah, menunggu takdir, tanpa lagi berani bermimpi.
Hingga takdir mempertemukannya dengan Keysha Aurora Purnama, seorang gadis buta yang lembut dan penuh kasih. Keysha yang hanya bisa meraba dunia dengan jemari dan mendengarnya lewat suara, justru mengajarkan Angkasa arti hidup yang sesungguhnya. Dalam suaranya yang halus, dalam senyumnya yang tulus, Angkasa menemukan alasan untuk tetap bertahan.
Mereka menjalin kisah cinta yang indah namun singkat-hanya tujuh hari. Tujuh hari yang dipenuhi senyum, tawa, tangis, dan janji-janji kecil yang tak sempat mereka wujudkan. Hingga sebuah keajaiban datang: Keysha mendapat kesempatan untuk melihat kembali. Saat pertama kali matanya terbuka, sosok pertama yang ia lihat adalah Angkasa, pria yang diam-diam telah mencuri hatinya.
Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Di hari ketujuh, sebuah kecelakaan merenggut segalanya. Angkasa koma dan hanya bisa diselamatkan lewat donor hati. Dengan pengorbanan tanpa ragu, Keysha menyerahkan hidupnya demi Angkasa. Ia pergi... meninggalkan dunia dengan senyum, sementara hatinya tetap berdetak di dalam tubuh pria yang ia cintai.
Sejak hari itu, Angkasa hidup dengan hati Keysha-sebuah pengingat abadi bahwa cinta mereka tidak pernah benar-benar berakhir. Ia bernapas dengan luka, tapi juga dengan cinta yang akan selalu hidup di dalam dirinya.
"Tujuh hari bersamamu, Keysha... lebih dari cukup untuk seumur hidupku."