Menceritakan seorang wanita bernama Kalila. Yang berprofesi sebagai kurator dan percaya pada presisi. Baginya, hidup adalah pameran yang harus ditata dengan teliti-setiap bayangan harus diatur, setiap bingkai harus lurus dua sentimeter ke kanan. Namun, semua kendali itu runtuh saat seorang laki-laki bernama Arka Dirgantara kembali.
Arka adalah arsitek yang hanya mencintai warna abu-abu. Pria itu datang dan pergi seperti cuaca buruk; tiba-tiba, dingin, dan meninggalkan jejak luka yang lembap. Selama bertahun-tahun, Kalila mencoba menjadi "kurator" bagi trauma Arka. Ia memberikan seluruh merah, kuning, dan birunya agar Arka tidak lagi merasa kosong.
Hingga suatu malam di sebuah pameran instalasi cahaya, Kalila tersadar. Dalam upayanya mewarnai Arka, ia justru kehilangan warnanya sendiri. Di antara dinding galeri yang sunyi dan kenangan tentang masa lalu Arka yang bernama Nara, Kalila harus memilih: Terus mengurasi luka pria yang tak ingin sembuh, atau berani menarik diri demi menyelamatkan sisa-sisa warna di jiwanya.
All Rights Reserved