Pingitan Merah

Pingitan Merah

  • WpView
    LECTURES 39,056
  • WpVote
    Votes 3,017
  • WpPart
    Chapitres 33
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juil. 27, 2026
Samarata Ferianu. Feri, semenjak dirinya ditetapkan sebagai seorang istri dalam pernikahan tradisi mereka, untuk pertama kalinya dia membenci seseorang sampai sedalam ini. Reksa Gumilang. Reksa, semenjak dirinya ditetapkan sebagai seorang suami dalam pernikahan tradisi mereka, sudah bukan lagi tatapan ceria yang dia dapatkan dari seseorang, melainkan tatapan kebencian. . Entah apa yang sudah terjadi pada Feri dan Reksa dulu, sehingga membuat salah satunya tidak mengingat apapun. Tapi ada satu fakta yang mengejutkan saat keduanya mengetahui kalau ternyata selama ini tradisi yang terjadi di desa, penyebabnya adalah karena mereka berdua. Tapi bagaimana mungkin? sedangkan tradisi ini sudah berjalan beratus-ratus tahun lalu. Memangnya, apa yang sebenarnya sudah terjadi? . "Kok aku yang hamil?" "...yang dimimpiin kan kamu." "Nggak adil." . ⚠️🔞🔞 (BXB) COWOK SAMA COWOK‼️ DAN ADA UNSUR 'HAMIL' NYA, ALIAS MPREG. COWOK HAMIDUN. mohon bijak yaa dalam memilih bacaan!! .
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • MAS BRIAN | BL
  • Sendang Pingitan
  • Rerahsa Sawijining Ati
  • Anak Di Ujung Pematang
  • Raden Aksara
  • senandung cinta di Jayakarta
  • Gending di Ujung Senja
  • 𝐁𝐈𝐘𝐔𝐍𝐆 [𝐎𝐍-𝐆𝐎𝐈𝐍𝐆]
  • JODO RAHAYU
  • Janji Senja di Bawah Raksanagara

Hari itu satu desa heboh. Bukan karena pesta atau kabar kematian. Tapi karena mendengar kabar bahwa Brian Sanjanu, seorang duda mapan yang di sudah lama sendiri itu akan menikah lagi- dan yang lebih mengejutkan adalah ia menikah dengan seorang pemuda. Yaitu Raden Ryanza. ~~ "Om, kamu tidur ndek bawah wae, aku emoh," Ujar Raden sembari merapihkan bantalnya bersiap untuk tidur. "Kok om loh," Balas Brian dengan wajah masam "Opo teros? Paklek?" "Mas." "Hih, hoek." Dua kepala berbeda usia yang disatukan dalam satu atap pasti bukan hal yang mudah, Bisakah seorang Brian menyikapi perbedaan dalam rumah tangga mereka? atau malah kandas dalam waktu dekat? bllokal

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu