"Beberapa kehilangan terjadi dalam hitungan menit. Beberapa penyesalan berlangsung seumur hidup."
---
Ombak itu datang.
Dan dalam satu hari, seorang gadis berusia 7 tahun kehilangan seluruh dunianya.
Tanpa jasad.
Tanpa perpisahan.
Tanpa jawaban.
Sendirian, dengan satu pertanyaan yang tak pernah berhenti menghantuinya:
Apakah waktu bisa diulang?
Namun ada pertanyaan lain yang lebih kejam, yang tak pernah berani ia ucapkan keras-keras.
Mengapa ia tidak ikut hari itu?
Mengapa ia memilih tinggal dan bermain, sementara keluarganya pergi tanpa pernah kembali?
Mengapa ia yang selamat?
Di malam-malam yang terlalu sunyi, ia sering berharap sesuatu yang seharusnya tidak diharapkan seorang anak,
andai saja ia ikut.
Andai saja ia tenggelam bersama mereka.
Setidaknya ia tidak perlu hidup sendirian dengan rasa bersalah yang perlahan menggerogoti.
Bertahun-tahun setelah tragedi itu, ia menemukan sesuatu yang seharusnya mustahil,
Sebuah kemungkinan untuk kembali. Bukan untuk mengubah segalanya. Hanya untuk kembali ke waktu... sebelum ombak itu datang.
Bukan sehari sebelumnya.
Bukan sejam sebelumnya.
Hanya tiga puluh menit sebelum gelombang itu datang.
Namun semakin dekat ia pada masa lalu, semakin ia menyadari satu hal yang mengerikan-
bagaimana jika takdir memang tidak ingin diubah?
Dan kini, ia harus memilih-
mengubah masa lalu...
atau menerima bahwa beberapa kehilangan mungkin memang tidak ditakdirkan untuk diperbaiki.
Karena meskipun hatinya pernah berharap untuk tenggelam bersama mereka,
hidup-dengan kejam dan pelan-tetap berjalan.
Dan di dalam sisa-sisa dirinya yang retak, masih ada secercah harapan yang belum benar-benar mati.
"Aku tidak ingin mengubah dunia.
Aku hanya ingin dunia yang dulu tidak merenggut keluargaku."
Tous Droits Réservés