
Hari itu, adalah hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Arum Renjana, hari pernikahannya. Pasangannya adalah lelaki paling lembut yang pernah Ia temui, lelaki yang memperlakukan Arum selayaknya harta paling berharga, tidak, lebih, Arum di perlakukannya lebih dari sekedar kata berharga, lebih dari cukup untuk meluluhkan hati Arum, Biru Prahara namanya. Tetapi, di hari yang seharusnya bahagia itu, ironisnya malah menjadi hari terburuk di hidup Arum. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya orang-orang aneh yang menerobos masuk ke dalam tempat pernikahannya. Aneh? tidak, sepertinya ini bahkan lebih dari kata aneh, pasalnya orang-orang itu juga merusak perabotan, mengacak-acak seluruh makanan untuk tamu, dan parahnya lagi juga menyerang para tamu. Arum hanya dapat membeku melihat perubahan drastis di depan matanya, yang awalnya hangat, sekarang mencekam. Parahnya lagi, saat berusaha melarikan diri, Ia malah terpisah dari Biru. Apa yang sebenarnya terjadi?Todos os Direitos Reservados
1 capítulo