Pengekor Biru

Pengekor Biru

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Mga Boto 14
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Mar 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Hari itu, adalah hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi Arum Renjana, hari pernikahannya. Pasangannya adalah lelaki paling lembut yang pernah Ia temui, lelaki yang memperlakukan Arum selayaknya harta paling berharga, tidak, lebih, Arum di perlakukannya lebih dari sekedar kata berharga, lebih dari cukup untuk meluluhkan hati Arum, Biru Prahara namanya. Tetapi, di hari yang seharusnya bahagia itu, ironisnya malah menjadi hari terburuk di hidup Arum. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya orang-orang aneh yang menerobos masuk ke dalam tempat pernikahannya. Aneh? tidak, sepertinya ini bahkan lebih dari kata aneh, pasalnya orang-orang itu juga merusak perabotan, mengacak-acak seluruh makanan untuk tamu, dan parahnya lagi juga menyerang para tamu. Arum hanya dapat membeku melihat perubahan drastis di depan matanya, yang awalnya hangat, sekarang mencekam. Parahnya lagi, saat berusaha melarikan diri, Ia malah terpisah dari Biru. Apa yang sebenarnya terjadi?
All Rights Reserved
#66
memoryloss
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman