Samata Abrisam |BXB

Samata Abrisam |BXB

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
Bermula dari ketidaksengajaan, takdir justru membawa kebahagiaan baru di hidup mereka. Terlebih bagi Januartha Abrisam-pemuda yang lebih suka disapa Abri oleh satu orang saja. Di belahan dunia yang lain, ada Luki Minasa. Lahir dengan kondisi medis yang ambigu tidak lantas membuat Luki mengutuk takdir. Ia tumbuh menjadi pemuda yang tegap dan maskulin di luar, meski tubuh bagian dalamnya memiliki rahim yang mengalami datang bulan setiap bulannya. Luki menerima dirinya dengan utuh, tenang, dan tanpa tuntutan. Ia adalah perwujudan dari Samata-kedamaian jiwa yang sempurna. Ketika kelembutan seorang Abrisam bertemu dengan ketenangan hidup seorang Luki, mampukah dunia menerima mereka seutuhnya sebagaimana mereka menerima satu sama lain? Tokoh: Januartha Abrisam (24 y.o) Luki Minasa (27 y.o) Yow! Penasaran gak sih sama kisah romansa penuh penerimaan diri antara Abri dan Luki? Maka dari itu, kalian menemukan buku yang tepat. Selamat membaca! 💖👹 Jangan berharap lebih sama author yahh😥
All Rights Reserved
#832
lokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Limit Tak Terhingga
  • The Unforeseen Miracle (M-Preg)
  • AFTERTASTE: Still Here [END]
  • Ayang Regi (BoyxBoy)
  • Kompas.
  • Weaving Love In The Two Faits
  • Bukan Target (Pelet)
  • Nama yang Terlalu Sering Disebut
  • Namamu Tersimpan Di Balik Mitos (End)
  • Kala Kota Mengingat Namamu ✓

[TAHAP REVISI] Bagi Galvano Putra, Kapten Tim Bola yang supel dan percaya diri, hidup ini cukup sederhana: karedok, sepak bola, dan tentu saja... cewek cantik. Dengan modal wajah tampan dan tubuh atletis, dirinya yakin ia adalah paket lengkap. Ekonomi keluarga aman, gaya tidak ketinggalan zaman. Soal nilai? Yah, memang agak tiarap, tapi cinta tidak diukur dari nilai ulangan dan kepintarannya. Hebat sekali bukan prinsipnya? Namun, Galvan heran mengapa para gadis seolah menjauhinya setiap kali ia mencoba mendekat. Ia tidak pernah sadar bahwa setiap kali dirinya menebar pesona, selalu ada Renjiro, sang "Duke Utara", yang berdiri di belakangnya dengan aura dan tatapan mematikan. Sial sekali, bukan? Alih-alih mendapatkan gadis idamannya, Galvan justru terjebak dalam obsesi rahasia sahabatnya sendiri. Renjiro yang jenius ternyata sudah lama "menandai" Galvan lewat buku sketsa dan proteksi yang menyesakkan. Demi cintanya pada karedok! Galvan harus menghadapi kenyataan bahwa pusat semesta si Duke Utara ternyata adalah dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines