HUJAN DI SENJA KOTA

HUJAN DI SENJA KOTA

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 3, 2026
Hujan tidak hanya membasahi kota, tapi juga hatiku. Dia muncul, membawa rahasia dan luka yang tak pernah kuinginkan, memaksaku bertanya-tanya apakah aku bisa percaya lagi. Senja, hujan, dan masa lalu yang penuh rahasia membuatku terjebak di antara melupakan dan menyerah pada perasaan. Setiap tetes hujan seakan menyimpan cerita, di mana luka lama bertemu ketulusan yang tak terduga, dan hujan ini... akan mengubah segalanya. Dia bukan sekadar lelaki biasa, tapi bagian dari luka yang ingin kuhindari, dan sekarang, kehadirannya kembali membuat hatiku tak bisa tenang. Hujan di senja kota selalu membisikkan satu hal: kadang cinta muncul di saat yang paling tak terduga, dan hati harus berani membuka diri. Rahasia, rindu, dan hujan yang tak berhenti memaksaku memilih, apakah aku akan melangkah maju, atau terus terjebak di masa lalu.
Todos los derechos reservados
#208
bingung
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido