Ikatan Yang Tak Terputus

Ikatan Yang Tak Terputus

  • WpView
    LECTURAS 662
  • WpVote
    Votos 303
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 22, 2026
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] **** *Cerita ini adalah Lanjutan Part cerita dari Adam & Clara [A Day With My Little Girl] **** Tiga tahun lalu, Clara Rayyana Arras kehilangan cinta pertamanya. Bukan kekasih. Bukan seseorang yang sempat ia genggam di bangku taman atau ajak berjanji di bawah langit sore. Cinta pertamanya adalah kakaknya sendiri. Adam Rayyanza Arras. Sejak kepergian Adam, hidup Clara berjalan seperti jam rusak, masih berdetak, tapi tak pernah benar-benar menunjukkan waktu. Ia tumbuh, bernafas, kuliah, tertawa seperlunya. Namun di dalam dadanya, ada ruang yang tak pernah terisi lagi. Ruang yang dulu selalu dipenuhi suara Adam memanggil namanya dengan lembut, tangan Adam yang menuntunnya pulang, dan janji Adam yang sederhana : aku selalu di sini. Tiga tahun cukup lama bagi dunia untuk meminta Clara bangkit dan hari itu, sebagai mahasiswa baru, Clara mencoba menuruti dunia. Ia berjalan melewati lorong kampus dengan langkah yang dipaksa ringan. Ia mencoba percaya bahwa hidupnya harus terus berjalan, meski tanpa Adam di dalamnya. Sampai ia melihatnya. Seorang pria berdiri di ujung koridor, mengenakan kemeja hitam yang digulung sampai siku. Wajahnya setengah tertutup cahaya jendela. Rambutnya, posturnya, cara ia menunduk sambil memegang buku di tangan, semuanya... terlalu familiar. Clara membeku. Napasnya tercekat. Dunia di sekitarnya seperti terhenti dalam satu detik yang panjang dan menyakitkan. Karena pria itu memiliki wajah yang sama dengan Adam. Bukan sekadar mirip. Sama. Hari itu seharusnya menjadi hari Clara mulai bangkit. Hari pertama ia mencoba berdamai dengan kehilangan. Namun takdir justru mempertemukannya dengan seseorang yang mengembalikan semua luka ke permukaan. Seseorang yang membawa wajah masa lalu ke hadapannya, seolah kematian tak pernah benar-benar memisahkan mereka. Rahasia yang perlahan akan membuka kembali masa lalu. Rahasia yang akan membuat Clara mempertanyakan takdir, kehilangan, dan arti pulang.
Todos los derechos reservados
Series

Kisah Clara

  • A Day With My Little Girl
    86 partes
  • 21 partes
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Heir's Game
  • Don't Talk About Money
  • Atiyah Untuk Rayhan (Republish)
  • Mencoba Merayu Rembulan
  • VERSUS [badminton athletes AU]
  • BEFORE
  • Dasar-Dasar Bahasa Indonesia
  • OUR NOVEMBER [END]
  • Jalan Sunyi Bernama Iman
  • Twist of Fate

"Dengar, Nak," suara Alexander merendah, hampir berbisik, tetapi terdengar seperti guntur di telinga Keizan. "Mulai hari ini kau akan menjadi anakku. Tidak ada tangisan, tidak ada kenakalan, dan yang paling penting, tidak ada kelemahan. Mengerti?" Kalimat Alexander adalah awal dari neraka bagi Keizan. Diadopsi oleh keluarga konglomerat ternyata bukan sebuah anugerah, melainkan kontrak mati. Keizan tidak dididik untuk memimpin perusahaan, melainkan dilatih menjadi tameng hidup. Tugasnya hanya satu; siap mati demi melindungi sang pewaris sejati. Di rumah semegah istana itu, Keizan belajar bahwa menjadi 'anak' berarti siap menjadi senjata yang tidak boleh punya rasa takut. Keizan sadar, bahwa hidupnya bukan lagi miliknya sendiri. "Hidupku hanya untuk mengabdi pada mereka yang telah membawaku keluar dari neraka itu," - Keizan De Vanderbilt

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido