"Gue, hamil, Pit." Jujur Grace.
Apita Cyierra mengedipkan matanya beberapa kali berusaha tenang. "Oh, anaknya Keonho, kan?"
"Bukan,"
PRANG! apita Cyierra menggebrakan meja. "LHO TERUS ANAK SIAPA, GRACE? LO MASIH SMA."
"Sutt! Pit! G-gue sendiri nggak tahu. Gue dijebak pake obat tidur sama sepupu cewe gue, posisi kita di Club. Setelah itu gue dibuang dijalanan sepi yang jauh banget dari rumah gue. Tiba-tiba gue bangun diatas kasur hotel. Posisi gue.. telanjang, Pit. Dispray putih kasurnya ada bercak darah. Pas gue coba duduk sambil megang kepala gue yang sakit, gue diserang rasa sakit luar biasa di area kewanitaan gue. Perih, linu. Dan setelah itu gue liat ada surat diatas dimeja. Ditengah tengah rasa bingung, gue buka lipetan suratnya. Dan, gue baca.."
Disurat itu tertulis. "Saya sudah menolong anda yang terkapar ditengah jalan. Sebagai imbalannya tubuh anda, impas, kan?"
"Gue lemes, hati gue kayak ditusuk pisau bahkan seribu pisau, Pit. Dibawahnya ada Tanda tangan tapi nggak jelas. Yang jelas Awal Huruf dari tanda tangan itu, huruf 'R', Pit.
Rasa ketidak terimaan Grace dan dendam yang mendalam. Ia selalu berusaha mencari sosok Pria yang menidurinya. Hingga akhirnya.. ia melahirkan dua buah hati kembar. Akan kah Grace bertemu dengan pria yang ia cari?
Lalu bagaimana kehidupan sekolah Grace?
Dan bagaimana juga dengan kekasih Grace yang menemani dirinya sedari SD? yang selalu menjaga tubuh Grace tanpa berani menyentuhnya sedikit pun. Akankah ia hancur ketika mengetahui fakta bahwa kekasihnya yang ia jaga setengah mati ternyata hamil?
YUKSS LANGSUNGG AJAA KLIK 'BACA'
HAPPY READERS, HAPPY AUTHOR🤍✨
DONT FORGET FOR : VOTE, COMMENT, AND SHARE THIS STORY TO UR FRIENDS! SEE U IN THE CHAPT👋🏻
Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum bisa dia "beli" dengan popularitasnya adalah ... ACC dari Elio Pradipta Komara, dosen killer dengan wajah rupawan dan mulut sepedas cabe rawit.
Mahasiswa fakultas hukum menyebutnya Mr. Komrad, bukan karena dia ramah, tapi karena gayanya yang otoriter, dingin, dan katanya ... hatinya sudah dicabut negara.
Sialnya, Tania harus menyelesaikan skripsinya di bawah pengawasan Elio, sang algojo akademik. Tiap halaman direvisi, tiap argumen dicabik, tiap senyumnya dibalas datar. Tapi Tania bukan selebgram sembarangan, dia sudah bertekad lulus tahun ini, walau harus pasang infus atau jual semua skincare.
Namun segalanya berubah ... saat Tania terjebak lima jam di dalam lift bersama Mr. Komrad.
Yang ada hanya dua manusia dengan ego besar, tensi tinggi, dan... satu rahasia kecil yang bisa mengubah segalanya.
Apakah Tania akan tetap membenci Mr. Komrad? Atau justru mulai melihat sisi lain dari dosen paling menyeramkan se-fakultas hukum?