Dia tidak di anggap ada,
tapi orang-orang selalu mengingat apa yg dia lakukan,
Dia selalu di musuhi..
Di bully.. tanpa dia tau salah dia apa,
tapi di aku-akui kalau dirinya adalah mereka..
di gibahi dan di fitnah sudah menjadi makanan sehari-harinya,
idenya di sukai dan di tunggu,
tapi orangnya di kucilkan dan di musuhi,
entah apa tujuannya, tapi itu sudah cukup membuktikan kalau memang tidak semua orang harus di jadikan teman, bukan karena Shinta merasa dia penting, tapi tidak semua orang harus di prioritaskan, ada kalanya kita membahagiakan diri sendiri dulu,
setelah itu membahagiakan orang lain
bajunya, barang ataupun apapun yg dia kerjakan di ikuti atau mungkin di gibahi,
dan dirinya hanya bisa terdiam tanpa boleh membela dirinya sendiri
ini bukan soal baju tapi soal harga diri
nggak harus merasa penting sih,
tapi nyawa dan ketenangan hidup orang itu penting, bahagialah tanpa harus merebut hak orang lain,
karena semua orang berhak bahagia
tanpa harus mengusik orang lain,
Saya tdk masalah tidak sukai orang lain,
tapi tidak harus juga mengusik orang lain demi kebahagiaan sendiri,
karena saya tidak pernah mengusik ataupun mengganggu orang lain, karena selama ini saya yang sering di usik
karena mungkin mereka menanti keruntuhan, kehancuran atau mungkin juga kematiannya,
" Seseorang akan diuji sebanding dengan kualitas agamanya. Jika agamanya kokoh, maka ujiannya pun akan berat. Jika agamanya lemah, maka dia akan diuji sebanding dengan kualitas agamanya. Dan tidaklah ujian itu akan berlalu pada seorang hamba hingga ia berjalan di atas bumi tanpa dosa." (HR. At-Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023).