SHINTA
  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2026
" Kita tidak bisa menguatkan orang lain kalau kita tidak bisa menguatkan diri kita sendiri, " Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat: 49, "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah." Ini menunjukkan bahwa secara fitrah, tidak ada manusia yang ditakdirkan hidup sendiri. " lu boleh ngerasa menderita, tapi lu nggak boleh buat orang lain menderita," " bahagialah tanpa menyakiti orang lain " Dia tidak di anggap ada, tapi orang-orang selalu mengingat apa yg dia lakukan, Dia selalu di musuhi.. Di bully.. tanpa dia tau salah dia apa, tapi di aku-akui kalau dirinya adalah mereka.. di gibahi dan di fitnah sudah menjadi makanan sehari-harinya, idenya di sukai dan di tunggu, tapi orangnya di kucilkan dan di musuhi, entah apa tujuannya, tapi itu sudah cukup membuktikan kalau memang tidak semua orang harus di jadikan teman, bukan karena Shinta merasa dia penting, tapi tidak semua orang harus di prioritaskan, ada kalanya kita membahagiakan diri sendiri dulu, setelah itu membahagiakan orang lain ini bukan soal baju tapi soal harga diri nggak harus merasa penting sih, tapi nyawa dan ketenangan hidup orang itu penting, bahagialah tanpa harus merebut hak orang lain, karena semua orang berhak bahagia tanpa harus mengusik orang lain, Saya tdk masalah tidak sukai orang lain, tapi tidak harus juga mengusik orang lain demi kebahagiaan sendiri, karena saya tidak pernah mengusik ataupun mengganggu orang lain, karena selama ini saya yang sering di usik karena mungkin mereka menanti keruntuhan, kehancuran atau mungkin juga kematiannya, " Seseorang akan diuji sebanding dengan kualitas agamanya. Jika agamanya kokoh, maka ujiannya pun akan berat. Jika agamanya lemah, maka dia akan diuji sebanding dengan kualitas agamanya. Dan tidaklah ujian itu akan berlalu pada seorang hamba hingga ia berjalan di atas bumi tanpa dosa." (HR. At-Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023).
All Rights Reserved
#859
wattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Takdir Cinta Hana |Terbit|
  • NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)
  • Atharrazka 4: Abyzar
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • Unpredictable Husband (END)
  • (Bukan) Suami Idaman
  • Suami Pengganti [END]
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • Satu Detak Jantung Lagi

|Follow akun sebelum membaca| Hana Jiara Kamila terpaksa menyetujui usulan perjodohan yang diajukan oleh orang tuanya. Karena umurnya sudah akan menginjak kepala tiga, tidak di sangka laki-laki yang dijodohkan dengannya adalah Arga-Ayah dari anak didiknya. "Kamu sudah tahu maksud kita berdua ada di sini?" tanya Arga sembari melirik Hana. Hana mengangguk. "Perjodohan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines