Hai Aries

Hai Aries

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 12, 2026
Elia memilih menjadi bisu, memeluk rasa bersalah yang menyesakkan seolah itu adalah satu-satunya cara untuk tetap setia. Ia tidak tahu bahwa sementara ia menjaga kegelapan untuk seseorang yang tak pernah menoleh, Aries datang membawa cahaya yang berisik. Aries yang hadir dengan lelucon garing, keponakan yang menggemaskan, dan kesabaran untuk mendengarkan "nada" dalam diamnya Elia. Hingga sebuah gangguan kecil pada ponselnya membuka gerbang menuju kebenaran yang menampar. Di balik layar, Elia menemukan bahwa selama ini ia sedang memenjara diri dalam rasa bersalah yang tak pernah ada pemiliknya. Ini bukan hanya tentang jatuh cinta lagi. Ini tentang bagaimana Elia akhirnya berani menutup buku lamanya, menatap pria yang selama ini sabar menunggu di sisinya, dan berkata dengan tulus... "Hai, Aries."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • Stand by Me
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • NANGGALA
  • A dan Z
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad
  • I'm the male lead's wife?

Please, don't plagiat🙅 No no yaa🙎 ••••• "Nak, demi keluarga kita... kamu harus menikahi Tuan Arsen." "APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! Papa, ini lelucon, kan?! Aku masih kelas tiga SMA! Aku bahkan sudah punya pacar! Papa tidak bisa melakukan ini padaku!" Virly menolak mentah-mentah. Reaksi Virly sama sekali tidak menggoyahkan Arsen. Ia bangkit dari sofa, menjulang tinggi di atas keluarga yang sedang hancur itu. "Aku tidak peduli kau punya pacar atau masih kelas tiga SMA. Kau punya satu hari untuk memutuskan. Menikah denganku, atau ayahmu masuk penjara dan semua asetmu akan kuserahkan ke bank. Aku hanya butuh ibu untuk kedua anakku." Ucap Arsen dingin dan tegas "Kau tak boleh seenaknya!" Virly berteriak kesal. "Pikirkan baik-baik. Waktu terus berjalan, Nona." Arsen melangkah Pergi. Virly yang berusia 17 Tahun, siswi kelas tiga SMA yang ceria yang masih mendambakan kebebasan, mendadak harus berhadapan dengan takdir pahit yang mengancam keluarganya. Sang ayah, yang terlilit utang besar pada bosnya, Arsen yang berusia 30-an, seorang duda dingin beranak dua, menjadikan Virly sebagai jaminan. Di bawah ancaman penjara dan penyitaan seluruh aset keluarga, Virly terpaksa menerima pinangan sang duda. Ia harus segera menikah dan menjadi ibu bagi dua anak kecil, sekaligus menghadapi Arsen yang selalu bersikap dingin dan tidak peduli pada perasaannya. Mampukah Virly bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Dan bisakah ia, yang masih labil, menjadi ibu yang sempurna bagi dua anak yang asing baginya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines