Monolog Hati

Monolog Hati

  • WpView
    Letture 48
  • WpVote
    Voti 5
  • WpPart
    Parti 9
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, mar 27, 2026
WpInfo
Poesia
Di balik senyum seorang wanita, sering tersembunyi ribuan kata yang tidak pernah sempat diucapkan. Luka yang dipendam, harapan yang pernah diperjuangkan, dan cinta yang terkadang diberikan kepada orang yang bahkan belum benar-benar dikenal. Monolog Wanita adalah kumpulan suara hati-tentang mencintai terlalu dalam, tentang menunggu yang tak pasti, tentang pengorbanan yang sering dianggap biasa. Setiap halaman adalah bisikan perasaan seorang wanita yang belajar memahami dirinya sendiri setelah melewati berbagai luka dan harapan. Ditulis dengan bahasa yang puitis dan emosional, karya ini membawa pembaca masuk ke dalam ruang paling sunyi dari hati seorang wanita-tempat di mana cinta, kesedihan, kekuatan, dan harapan saling bertemu. Karena terkadang, hal paling jujur yang dimiliki seorang wanita adalah monolog yang ia simpan dalam hatinya. ✨
Tutti i diritti riservati
#88
ketidakpastian
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu | ✔
  • poem
  • Semua Memukul (✅)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Rembulan Yang Sirna
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • My Wish

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti