Madrid tidak pernah ada dalam rencananya. Namun beasiswa membawanya meninggalkan Indonesia menuju kota yang hanya pernah ia lihat lewat foto-Madrid, Spanyol.
Di bandara, ia berdiri dengan koper besar dan perasaan campur aduk antara gugup dan bersemangat. Ini pertama kalinya ia pergi sejauh itu sendirian.
Sampai ia melihat seseorang yang tidak ia duga berada di tempat yang sama.
Pamannya.
Atau lebih tepatnya, paman tiri-anak angkat dari saudara nenek dan kakeknya. Hubungan keluarga yang cukup jauh, namun tetap disebut keluarga.
Pertemuan itu benar-benar tidak direncanakan. Setelah beberapa menit percakapan penuh kejutan, ia baru mengetahui hal yang lebih aneh: pria itu juga akan terbang ke Spanyol. Bukan untuk liburan, melainkan pindah karena pekerjaan barunya.
Orang tuanya merasa lega saat mengetahui hal itu. Di negeri yang jauh, setidaknya ada seseorang yang mereka kenal yang bisa sesekali memastikan putri mereka baik-baik saja.
Awalnya semuanya terasa biasa. Ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, mencoba beradaptasi dengan kota baru dan kebebasan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sementara pria itu menjalani pekerjaannya, sesekali hadir sebagai keluarga yang bisa diandalkan.
Namun Madrid memiliki cara aneh untuk mengaburkan batas.
Pertemuan yang terlalu sering, percakapan yang terlalu jujur, dan tatapan yang perlahan berubah membuat hubungan yang seharusnya sederhana menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit.
Di mata dunia, mereka tetap paman dan keponakan.
Tapi di antara mereka berdua, sebuah rahasia perlahan tumbuh-diam, tersembunyi, dan terlalu berbahaya untuk diketahui siapa pun.
All Rights Reserved