Ruang Tengah

Ruang Tengah

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 4, 2026
WpInfo
Fanfic
Sirilak "Ling Ling" Kwong
Di rumah itu, tidak ada yang benar-benar pergi, hanya jarak yang kadang tumbuh tanpa suara. Empat saudara dengan dunia yang berbeda, langkah yang tak lagi selalu seirama, dan mimpi yang perlahan membawa mereka ke arah masing-masing. Namun, setiap kali pintu terbuka, ada satu tempat yang tak pernah berubah: ruang tengah. Di sanalah tawa pernah paling keras terdengar, diam paling lama bertahan, dan hal-hal yang tak terucap menggantung di udara. Bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling benar, melainkan tentang siapa yang masih memilih duduk dan mendengarkan. Karena sejauh apa pun langkah membawa mereka, selalu ada satu titik yang menunggu, tempat segala perbedaan bertemu tanpa perlu dipaksa sama. Ruang tengah bukan sekadar bagian dari rumah. Ia adalah jeda, adalah pulang, adalah alasan mengapa mereka masih menyebut satu sama lain sebagai keluarga.
All Rights Reserved
#98
linglingkwong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines