Naruto genderswap

Naruto genderswap

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2026
Tiga wanita cantik itu menduduki bangku melingkar di bangku kantin fakultas ekonomi dan bisnis, kepala mereka nyaris beradu ketika sedang berdiskusi soal tiga pria paling terkenal di Konoha University. "Bagaimana menurutmu tentang Hinata? Dia pria yang cukup manis bukan? Keluarganya pun kaya raya.." Sai tersenyum aneh, Naruto mengangkat sebelah alisnya. "Yah.. dia terlihat sedikit payah ketika wajahnya merona, namun kau benar Sai, dia agak.. manis." Naruto menghela nafas, suaranya pelan, ia berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya. Sasuke memutar matanya dengan malas. "Tiga pria itu payah. Walaupun si rambut pink sedikit lebih baik, kurasa." Sasuke angkat bicara. Sai nyaris tertawa. "Kau tertarik kepada Sakura? Oh Tuhan, pria itu yang memiliki penggemar paling banyak karena tubuh atletisnya. Selera bagus, Sasuke." Sasuke berdecak sebal kepada Sai, sedangkan Naruto tertawa melihat mereka. "Ya, dan sialnya kau menyukai Ino, yang paling suka tebar pesona diantara ketiganya." Sasuke menyeringai, Naruto tertawa terbahak-bahak. "Sial! Dia memang sudah mempesona tanpa perlu tebar pesona!" Sai menggebrak meja, membuat seluruh mahasiswa di kantin menoleh kepada tiga wanita cantik itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Second
  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines