Dua Hari Yang Tak Saling Menunggu

Dua Hari Yang Tak Saling Menunggu

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2026
Han mengalami dua kehilangan besar dalam jarak waktu yang nyaris bersamaan. Di tengah siang yang biasa, Via memilih mengakhiri hubungan mereka-tanpa amarah, tanpa drama, hanya kelelahan yang tak lagi bisa ditahan. Han masih menyimpan harapan untuk bertemu dan memperbaiki, menunda perpisahan itu ke hari berikutnya. Namun hari berikutnya tidak pernah datang seperti yang ia bayangkan. Sebuah panggilan telepon di pagi hari membawa kabar lain: neneknya meninggal dunia. Nenek-sosok yang sejak kecil hidup bersamanya, rumah, dan rasa pulang-pergi tanpa menunggu luka yang pertama sembuh. Cerpen ini mengikuti Han yang bergerak dalam kehampaan: dari dering telepon, hujan di jalanan, rumah nenek yang mendadak sunyi, hingga pertemuan terakhir dengan Via yang tetap berakhir pada perpisahan. Dengan alur lompat-lompat dan bahasa yang menahan emosi, Dua Hari yang Tak Saling Menunggu merekam bagaimana kehilangan tidak selalu datang bergantian-dan bagaimana seseorang tetap harus berjalan meski tak sempat benar-benar siap.
All Rights Reserved
#316
perpisahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines