We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I Was the First Lamb(Slow Update)

I Was the First Lamb(Slow Update)

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Social Themes
Tidak semua mimpi bisa diperjuangkan dengan mudah. Sebagian mimpi menuntut keberanian untuk meninggalkan segalanya. Alya Andini Pratama tumbuh di sebuah kota kecil di Pulau Sumatra dengan keyakinan sederhana: suatu hari ia akan kuliah dan membangun hidupnya sendiri. Namun setelah berkali-kali gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi negeri dan menghadapi penolakan dari keluarganya sendiri, mimpi itu perlahan terasa semakin jauh. Ketika semua pintu tampak tertutup, Alya mengambil keputusan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya-meninggalkan rumah, meninggalkan pulau tempat ia dibesarkan, dan merantau ke Bandung demi satu hal yang masih ia pegang erat: harapan. Di kota yang sering dianggap romantis itu, Alya justru menemukan kenyataan yang jauh berbeda. Hidup di kamar kos kecil di Bandung timur, jauh dari keluarga dan kenyamanan rumah, ia harus belajar bertahan dengan caranya sendiri. Menghadapi kesulitan finansial, luka lama dari keluarganya, dan ketakutan yang diam-diam ia simpan sejak lama. Satu-satunya orang yang selalu berdiri di sampingnya adalah Bima-pacarnya yang telah lebih dulu kuliah di Bandung dan menjadi orang pertama yang menemaninya melangkah keluar dari pulau tempat ia lahir. Namun kehidupan tidak pernah sesederhana itu. Seiring waktu, Alya menyadari bahwa meraih mimpi bukan hanya tentang kuliah atau masa depan. Ini tentang menghadapi masa lalu, memahami luka yang selama ini ia simpan, dan menemukan siapa dirinya sebenarnya. Ini adalah kisah tentang keberanian seorang gadis yang menolak menyerah pada hidupnya. Tentang mimpi yang diperjuangkan meski harus melawan keadaan. Dan tentang perjalanan panjang seorang perempuan yang suatu hari akan membuktikan bahwa semua perjuangannya tidak pernah sia-sia.
All Rights Reserved
#18
anakkos
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Sin of The Villainess
  • The Silent Bloom [END]
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • The Duke's Red String (END)
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Unwritten Lady
  • A Family of Villains
  • Rumah Untuk Sang Tiran

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines