Our Journey; Even When It Hurts

Our Journey; Even When It Hurts

  • WpView
    Reads 1,536
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Journey Series #2 Hidup Langita itu bebas. Ia bisa melakukan segala hal yang membuatnya senang selain di Rumah. Karena saat ia pulang, yang diterima hanyalah sebuah kebenaran bahwa dirinya tidak diinginkan. Berbanding terbalik dengan kehidupan kembarannya, Lavenna justru di sayang, diberikan segala fasilitas, hingga disekolahkan dengan baik dengan biaya dari kedua orang tuanya. Namun hidupnya hanya untuk satu hal, membalas budi. Tetapi Mahadewa, ditengah kekurangannya perekonomian keluarga, ia memiliki kedua orang tua yang penyayang, yang benar-benar siap menjadi orang tua. Hanya saja ekonomi benar-benar mencekiknya berkali-kali. Dan bagi Ankara, setiap orang ia temui hanya mengincar uang dan kekayaan yang dimilikinya-ralat, yang dimiliki Ayahnya. Pria tukang selingkuh itu mengatur hidupnya, namun Ankara tetap membangkang. Hanya saja, pria itu tahu titik lemahnya. Lalu bagaimana perjalanan diantara anak-anak yang tengah berjuang ditengah kesulitannya hidup? Takdir tak terduga apa yang mempertemukan dan mempersatukan atau justru memisahkan mereka? story by Kashi
All Rights Reserved
#590
penyanyi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines