Anindya Hanin Ellara, siswi kelas 10 di SMA Believe, dikenal sebagai gadis yang baik hati, lembut, dan pintar. Ia selalu berusaha menjalani hari-harinya dengan tenang-tanpa masalah, tanpa drama.
Namun semuanya berubah ketika ia bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak ia duga.
Gerald Sebastian Altair, siswa kelas 12 di SMA Believe. Laki-laki yang terkenal di seluruh sekolah karena sifatnya yang flirty, sering membuat masalah, dan menjadi langganan ruang BK. Ia juga bagian dari kelompok siswa "nakal" yang cukup ditakuti.
Anehnya, di balik sikap berandalnya, Gerald sebenarnya sangat pintar.
Dan satu hal yang pasti
hampir semua perempuan di sekolah menyukainya.
Suatu pagi, Hanin datang terlambat ke sekolah. Saat berjalan menuju ruang hukuman, ia bertemu dengan Gerald yang juga bernasib sama.
Laki-laki itu menatapnya, lalu tersenyum genit.
"Hai, manis."
Ia mengangkat alisnya santai, seolah sudah terbiasa membuat gadis-gadis gugup.
Hanin hanya mengerutkan kening.
Aneh, pikirnya. Tapi ia tidak terlalu mempedulikannya.
Namun seiring waktu, tanpa Hanin sadari, cara ia memandang Gerald mulai berubah.
Tatapannya sering tertahan lebih lama dari yang seharusnya.
"Argh... perasaan apa ini?" gumam Hanin dalam hati saat ia menyadari jantungnya berdebar hanya karena melihat laki-laki itu.
Apakah ini hanya rasa penasaran...
atau sesuatu yang jauh lebih berbahaya?
Bagaimana jika gadis yang lembut dan laki-laki yang penuh masalah justru saling menemukan satu sama lain?
Dan bagaimana jika Gerald Sebastian Altair-yang selalu bermain-main dengan hati orang lain-akhirnya justru jatuh pada seseorang yang tidak pernah ia rencanakan?
All Rights Reserved