Biella's Diary

Biella's Diary

  • WpView
    Reads 608
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2026
PERINGATAN: 17+ biella Roselyn Adikara dikenal sebagai gadis ceria yang tak pernah kehabisan cara untuk menggoda takdir. Dengan tubuh yang sering membuatnya jadi bahan bisik-bisik orang, ia justru memilih bersinar-centil, berisik, dan penuh percaya diri. Satu-satunya misinya di sekolah: mengejar kakak kelasnya yang dingin seperti musim hujan, Algara Lucien Mahendra Algara adalah kebalikan dari biella-pendiam, irit bicara, dan selalu terlihat jauh dari keramaian. Setiap kali Biella muncul dengan senyum usil dan rayuan setengah bercanda, Algara hanya menanggapinya dengan tatapan datar atau satu dua kata pendek. Namun ada satu hal yang tak pernah Biella tahu di awal: hati Algara ternyata sudah tertuju pada gadis lain. Hari demi hari, candaan Biella mulai terasa seperti perjuangan sepihak. Sampai akhirnya, dengan senyum yang tetap ia pakai seperti topeng, Biella memilih berhenti mengejar. Bukan karena ia tak lagi suka, tapi karena untuk pertama kalinya ia memilih menyelamatkan hatinya sendiri. Dan justru saat langkah Biella menjauh... Algara mulai menyadari bahwa keramaian yang selalu mengikutinya itu ternyata adalah satu-satunya hal yang membuat dunianya terasa hidup. _________________________________________ ⚠️ MURNI HASIL PEMIKIRAN KEN ⚠️DON'T COPY
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Story Of Janeta 2

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines