Satu tahun berlalu sejak masa remaja Angkasa, hidupnya penuh warna di tengah geng Bonjer, Black Lotus, dan keluarga besar yang selalu bersamanya. Di tengah kekacauan dunia geng, ia mengenal Mancung, wanita tangguh dan cantik, yang menjadi sosok penting dalam hidupnya. Dari awal pertemuan mereka hingga masa-masa penuh petualangan, Angkasa dan Mancung menghadapi konflik, pertempuran sengit, dan kehilangan yang menguji cinta mereka. Pertempuran dengan Santo Padre menjadi titik balik yang mengubah hidup mereka. Dalam serangan mendadak, Mancung tertembak parah, dan Angkasa sendiri terluka hingga kehilangan banyak darah, membuatnya koma selama 4 tahun. Di masa koma itu, Angkasa mengalami mimpi yang begitu hidup: ia hidup bersama Mancung, membesarkan anak mereka, Sachu, menjalani momen bahagia dan menyenangkan seperti pesta ulang tahun, pernikahan Langit dan Cloi, dan hidup penuh petualangan bersama Bonjer, BFL, dan keluarga besar. Semua terasa nyata, hangat, dan penuh cinta-namun itu hanyalah mimpi saat tubuhnya tak sadarkan diri. Ketika Angkasa akhirnya sadar, ia dihadapkan pada kenyataan pahit: Mancung telah meninggal dalam operasi setelah terkena peluru, dan anak mereka, Sachu, hanyalah bagian dari mimpi masa koma. Kehilangan ini menghancurkan hatinya; tangis, kemarahan, dan kesedihan bercampur aduk saat ia menyadari bahwa semua yang ia jalani selama 4 tahun hanyalah ilusi. Matthew, Baba, Buna, Langit, dan Zenith menenangkan dan mendukungnya, membantunya perlahan menerima kenyataan pahit itu.
More details