RUANG OSIS dan perasaan yang datang terlambat

RUANG OSIS dan perasaan yang datang terlambat

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 125
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Lyora tidak pernah menyangka pertemuannya dengan seorang cowok di gunung akan berlanjut sampai ke sekolah. Saat itu mereka hanya dua orang asing yang sama-sama sedang muncak. Tapi beberapa waktu kemudian, Lyora kembali bertemu dengan cowok itu di sekolahnya. Frisco. Sejak saat itu mereka sering bertemu di ruang OSIS. Dari yang awalnya hanya saling mengenal, menjadi sering bercanda, berdebat, dan menghabiskan waktu bersama. Sampai suatu hari Frisco berkata jujur, "Lo nyadar ga si, Ra... selama ini gue suka sama lo." Lyora tidak langsung menjawab. Frisco memilih menunggu. Namun semuanya berubah ketika Lyora tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Di saat itulah Frisco sadar, kalau perasaannya pada Lyora bukan sekadar suka. Dan sekarang hanya ada satu hal yang belum selesai. Jawaban dari Lyora..
All Rights Reserved
#505
ceritasekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines