The Boy In My Camera

The Boy In My Camera

  • WpView
    Reads 3,115
  • WpVote
    Votes 278
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
Di SMA Cendekia, semua orang tahu satu hal tentang Biantara Senartha Alam: dia terlalu berisik untuk ukuran manusia normal. Dia selalu: bicara terlalu keras, tertawa terlalu bebas, dan hampir selalu menjadi sumber keributan di kelas. Duduk di sebelahnya adalah kebalikannya. Tenggara Rakhayasa Langit. Pendiam. Tenang. Dan hampir selalu membawa kameranya. Awalnya mereka hanya teman sebangku. Lalu berubah menjadi teman makan, teman pulang sekolah, dan teman yang entah kenapa selalu orang yang paling sering muncul di galeri kamera Tenggara, juga orang yang diam-diam paling sering Tenggara perhatikan. ──────────── 100℅ MURNI HASIL KARANGAN SAYA!
All Rights Reserved
#790
humor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ceritakannya (BL Lokal) Completed
  • "𝗣𝗮𝗰𝗮𝗿 𝗣𝘂𝗿𝗮-𝗣𝘂𝗿𝗮, 𝗣𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝗻"
  • UNIFORM
  • Let Me Love You
  • Bukan kebetulan namun takdir bersama (BKNTB) (BL)
  • TRANSAKSI BERNAMA PERNIKAHAN
  • Interested(BL) End
  • The Sweet Revenge
  •  Panamaya Saskara
  • Mr to Mrs (END)

Perihal kisah cinta yang berbeda. "So?" Tanya Regan yang terlihat ogah. Davin menelan ludahnya dengan kasar. "Gu- gue ......" Cukup lama jeda itu sampai Regan mengangkat sebelah alisnya. Jantung Davin berdetak tak karuan, keringat dingin membasahi telapak tangannya. "G-gue suka sama lu. Mau ga pacaran?" Cicitnya. Suaranya pelan, bahkan sangat pelan seperti bisikan. Namun itu tetap didengar oleh orang itu, Regan. Davin hanya tertunduk sambil menatap sepatunya yang sudah mulai kotor itu. Tanpa dia tau bahwa Regan sedang tersenyum penuh arti pada dirinya. "Deal, gua mau jadi pacar lu." Jawab Regan santai. Davin mendongakkan kepalanya sambil menatap terkejut Regan. Please! No! Bukan ini yang gue mau!😭😭 Batin Davindra. "Eh itu s-serius bang? G-ga ada niatan nolak? Atau nonjok gue?" Tanya Davin dengan rentetan pertanyaan. "Ahh rumor sialan itu, gua ga seburuk yang di rumorin ko." Davin hanya manggut-manggut dengan ekspresi wajah kecewa. Ia menatap teman-temannya yang berada di depan kelas 12IPS2. Mereka sedang mengobrol dengan Raihan sepertinya, kakaknya Azka. "Lu beneran gamau nolak?" Tanya Davin sekali lagi. Bukannya anggukan yang seperti Davin harapkan, justru mendapat gelengan keras dari Regan. "Ayo pacaran sama gua. And i treat u like a prince, my love." Kalimat terakhir itu Regan bisikan tepat ditelinganya Davin. Davin hanya menatap getir dirinya sendiri, ia menyesal telah menyetujui tantangan itu. Mending beresin ee kucing. Before: Davindra After: Ceritakannya HOMOPHOBIA SKIP!

More details
WpActionLinkContent Guidelines