Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia

  • WpView
    Reads 1,549
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 1, 2026
"Aku akan ngelakuin apapun untuk kamu, sagara, asalkan kamu bisa terima aku," kata karen menatap mata cowok itu dengan tulus. "Sampai kapanpun, gue nggak bakalan cinta sama Lo, karena Lo bukan tipe gue. Pernikahan ini juga terpaksa, karena bokap gue butuh bantuan dari perusahaan Lo," jelas sagara. "Jadi Lo lebih baik sadar diri. Nggak usah terlalu berlebihan," lanjut Sagara. Karen terdiam mendengar itu, air matanya perlahan menetes, namun ia langsung menghapusnya. "Ya sudah nggak apa-apa," kata karen dengan senyum yang pedih. "Bagus Lo sadar diri, setelah perusahaan keluarga gue membaik, gue bakalan cerai sama cewek kayak Lo. Manja dan nggak berguna," tegas Sagara lalu pergi. "Ak-aku benar-benar nggak berarti apapun di hidup kamu, sagara" lirih Karen dengan lemah, menatap punggung Sagara yang telah menjauh.
All Rights Reserved
#3
apasra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines