We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Suami Bodoh Sang Jendral

Suami Bodoh Sang Jendral

  • WpView
    Reads 47,564
  • WpVote
    Votes 1,909
  • WpPart
    Parts 166
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 10, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Xiao Jingchi dipaksa menikahi seorang yang bodoh. Dia membenci dan tidak menyukainya, melampiaskan semua kekesalannya pada Shen Yuan, sering berteriak padanya dan bahkan membuatnya kelaparan. Shen Yuan, yang memiliki keterbatasan mental, dengan pasif menerima nasibnya, tidak tahu bagaimana melawan. aq terjemahkan menggunakan mbah google... mohon bersabar jika ad terjemahan yang rancu. trimkasih
All Rights Reserved
#7
bxb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • Just let me live, Duke!
  • The Duke's Red String (END)
  • The Reborn Mama (END)
  • Sin of The Villainess
  • My Villainous Stepmom [END]
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines