Painting Your Echoes

Painting Your Echoes

  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
WpInfo
Fanfic
Hearts2Hearts
ON GOING! Yuna gadis yang terlahir dengan sinestesia, dimana dia bisa selalu membedakan orang dari warna suaranya abu-abu kusam atau coklat lumpur yang pekat adalah suara bohong, Merah tajam seperti pecahan kaca adalah suara marah, biru langit atau emas yang berkilau adalah suara tulus. Sampai dia bertemu Yuha. Seorang gadis yang suaranya tidak memiliki warna sama sekali; hanya kesunyian putih yang statis. Bagi Yuna yang selalu melihat dunia dalam spektrum, Yuha merupakan sebuah misteri yang tidak bisa dia lukis dan terjemahkan "I can see everything, Yuha. Why can't I see you?" --- Sedikit tentang Sinestesia: Di cerita ini, Yuna memiliki kondisi yang disebut Synesthesia (Sinestesia). Ini bukan sihir, melainkan kondisi neurologis nyata di mana indra seseorang "bercampur". Dalam kasus Yuna, dia mengalami Chromesthesia-sebuah kondisi langka di mana otak menerjemahkan suara menjadi warna. Baginya, setiap nada bicara manusia punya warna tersendiri. Jadi, jangan heran kalau dia bisa "melihat" kejujuran atau kebohongan seseorang hanya dari suara mereka!
All Rights Reserved
#480
a-na
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines