Painting Your Echoes

Painting Your Echoes

  • WpView
    Reads 343
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
ON GOING! Yuna gadis yang terlahir dengan sinestesia, dimana dia bisa selalu membedakan orang dari warna suaranya abu-abu kusam atau coklat lumpur yang pekat adalah suara bohong, Merah tajam seperti pecahan kaca adalah suara marah, biru langit atau emas yang berkilau adalah suara tulus. Sampai dia bertemu Yuha. Seorang gadis yang suaranya tidak memiliki warna sama sekali; hanya kesunyian putih yang statis. Bagi Yuna yang selalu melihat dunia dalam spektrum, Yuha merupakan sebuah misteri yang tidak bisa dia lukis dan terjemahkan "I can see everything, Yuha. Why can't I see you?" --- Sedikit tentang Sinestesia: Di cerita ini, Yuna memiliki kondisi yang disebut Synesthesia (Sinestesia). Ini bukan sihir, melainkan kondisi neurologis nyata di mana indra seseorang "bercampur". Dalam kasus Yuna, dia mengalami Chromesthesia-sebuah kondisi langka di mana otak menerjemahkan suara menjadi warna. Baginya, setiap nada bicara manusia punya warna tersendiri. Jadi, jangan heran kalau dia bisa "melihat" kejujuran atau kebohongan seseorang hanya dari suara mereka!
All Rights Reserved
#401
a-na
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines