Buah Terlarang

Buah Terlarang

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2026
Kumpulan cerita pendek ini adalah karya fiksi berbasis Real Person Fiction (RPF) yang terinspirasi dari figur publik Jiang Heng dan Li Peien. Karya ini hanya ditujukan untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas karena mengandung konten dewasa berupa adegan seks eksplisit, kekerasan fisik dan psikologis, elemen horor (klenik) dan supernatural, dan tema berat seperti trauma, kematian, dan isu psikologis lainnya. Dengan melanjutkan membaca, Anda dianggap telah memahami dan menerima seluruh peringatan ini. Maka Anda bertanggung jawab penuh atas kenyamanan diri Anda sendiri. Jika Anda belum mencapai usia yang ditentukan atau merasa tidak nyaman dengan konten yang disebutkan, sangat disarankan untuk berhenti atau tidak membaca sama sekali. You've been warned! *New chapters will be added as time goes by 𓂃✍︎
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Second
  • I Want to Live [END]
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [TERBIT]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • The King & The Doctor
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines