We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Astaghfirullah, Asya!

Astaghfirullah, Asya!

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Asya tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah sejak ia berada di sebuah pondok pesantren, terutama setelah bertemu dengan seorang Gus yang galak, cuek, dan selalu menatap seolah dirinya adalah sumber masalah di dunia. Sangat berbanding balik dengan Asya yang pecicilan, asal ceplos, dan sering bertindak sebelum berpikir panjang. Ketika disatukan, tak ada yang mengalah, tak ada yang kalah. Dan semua masalah berawal dari sini. ππ "Percobaan kabur ke-29, satu kali lagi dapat penghargaan." "Yaudah, Asya nyoba kabur sekali lagi biar dapet penghargaan." "Apa penghargaannya? Sabun cuci piring? Atau piringnya?" "Astaghfirullah, Asya!" happy reading🌷 cover: pinterest since: 7 Maret 2026
All Rights Reserved
#3
masjid
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines