
Asya tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah sejak ia berada di sebuah pondok pesantren, terutama setelah bertemu dengan seorang Gus yang galak, cuek, dan selalu menatap seolah dirinya adalah sumber masalah di dunia. Sangat berbanding balik dengan Asya yang pecicilan, asal ceplos, dan sering bertindak sebelum berpikir panjang. Ketika disatukan, tak ada yang mengalah, tak ada yang kalah. Dan semua masalah berawal dari sini. ππ "Percobaan kabur ke-29, satu kali lagi dapat penghargaan." "Yaudah, Asya nyoba kabur sekali lagi biar dapet penghargaan." "Apa penghargaannya? Sabun cuci piring? Atau piringnya?" "Astaghfirullah, Asya!" happy reading🌷 cover: pinterest since: 7 Maret 2026Todos os Direitos Reservados
1 capítulo