Senja
  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 2, 2026
​Bagi Senja, hidup di SMA seharusnya penuh dengan keceriaan, tawa bersama sahabat, dan prestasi. Tapi takdir punya cara unik untuk mengenalkannya pada arti "debar jantung". Semuanya dimulai dari dua tabrakan yang tidak disengaja. ​Angkasa adalah definisi "gangguan" dalam hidup Senja. Teman masa kecil yang rumahnya hanya berjarak satu jengkal itu tahu semua rahasia memalukan Senja. Dia usil, menyebalkan, dan selalu ada di saat yang tepat. Namun, di balik sikap rese-nya, Angkasa adalah orang pertama yang berlari saat Senja terjatuh. ​Lalu hadir Fajar, kakak kelas kelas XI MIPA-1 yang dinginnya melebihi es kutub. Sosok misterius yang awalnya hanya bisa Senja kagumi dari jauh, tiba-tiba masuk ke dalam lingkaran hidupnya melalui sebuah kecelakaan tak terduga yang menimpa sang Ayah. Senyum manis Fajar di taman rumah sakit malam itu... benar-benar meluluhkan Senja. ​Antara kenyamanan yang diberikan si teman usil, atau debaran baru dari sang kakak kelas yang hangat, Senja harus memilih. ​Karena pada akhirnya, senja yang indah hanya akan menyisakan satu warna sebelum malam tiba. Siapakah yang akan tetap tinggal saat mentari benar-benar tenggelam?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warna Warni Kelas Pojok [END]
  • Keano
  • Bloody Butterfly Family
  • Dear My Sea [On Going]
  • Always try to be your choice
  • Raya : The Girl Who Hides a Thousand Secrets ✔
  • Couple Anti Romantic
  • It's Only 5 Minutes Appart (End)
  • Pulang

"anjir gw telat, ish papa apa-apaan sih kagak bangunin gw mana hari pertama sekolah lagi" "Bestii lu darimana aja sih" "guys kita katanya bakal ada murid baru njay, cakep-cakep gak ya" Sebuah kelas yang berada di pojokan dengan jumlah siswa yang paling sedikit sekitar dua belas orang, menjadi kelas yang berada paling pojok tidak menjadi mereka sebagai kelas yang disepelekan justru kelas itulah yang memiliki segudang bakat dan cerita penuh warna baik yang cerah maupun yang suram.

More details
WpActionLinkContent Guidelines