Pura-Pura Manusia

Pura-Pura Manusia

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 10, 2026
WpInfo
Fanfic
1Direction
Dunia modern adalah panggung sandiwara yang sangat melelahkan. Kita dituntut merindukan hal yang sebenarnya memberatkan, mencintai rutinitas yang membelenggu, dan mengangguk setuju pada nilai-nilai yang bahkan tidak kita pahami dasarnya. Kita menjadi ahli dalam mengkurasi kebahagiaan untuk orang asing, sementara di balik pintu yang tertutup, kita adalah orang asing bagi diri kita sendiri. Pura-Pura Manusia adalah kumpulan potret percakapan jujur di balik kepul asap tembakau dan uap kopi yang mendingin. Melalui dialog yang tajam namun ringan, kita akan diajak membedah kembali filosofi hidup yang selama ini dianggap mutlak. Di sini, kita ditantang untuk bertanya: Apakah kita sedang benar-benar melangkah, atau hanya berlari di atas treadmill ekspektasi orang lain? Apakah kita sedang membangun masa depan, atau sekadar menumpuk topeng agar tidak ada yang melihat betapa rapuhnya fondasi di bawah kaki kita? Sebab, mungkin saja derajat kemanusiaan kita justru baru dimulai saat kita berani berhenti berpura-pura di depan kaca, sesama, dan di hadapan Sang Pencipta.
All Rights Reserved
#6
philosophicalfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • BACKSTREET
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines