istri kecil gus dingin

istri kecil gus dingin

  • WpView
    Membaca 435
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadLengkap sekitar 7 jam yang lalu
WpInfo
Fiksi
Romansa
Muhammad zaidan azra zafir nama yang terkenal di kalangan para santri sebagai Gus dingin serta cuek terutama pada kaum hawa Tampang nya yang menawan bak pahatan bangsawan sungguh membuat semua mata wanita tertuju padanya, tubuh nya yang menjulang tinggi, otot tubuh nya yang sangat indah seperti sudah di pahat dengan sangat teliti oleh sang pencipta, apalagi sikap nya yang dingin, cuek, terutama pada kaum hawa yang bukan muhrim nya membuat semua santriwanti di pesantren itu makin tergila-gila padanya Tapi sikap dingin dan cuek itu seketika lenyap hanya Karna kehadiran salah satu santriwanti bercadar yang masuk kedalam hidup nya dan sekarang malah menjadi salah satu murid nya Cast: Zavira Anindia Az-zahra Muhammad zaidan azra zafir
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#852
protektif
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mutiaraku
  • AMARFAZ
  • Aku dan Gus [Revisi]
  • Santri Baru Milik Gus Gila
  • Keindahan 2 Hati  (Gus Rey & Aza)
  • santri cantik incaran gus arsya
  • Untuk Ayesha (TERBIT)
  • GUS REBEL SUAMI TROUBLE
  • Garis Takdir Yang Berwana
  • BERBAGISYURGA (KiaraZafran LoveJourney)
Mutiaraku

"Gus, lepaskan hijab saya. Gus Nial tidak seharusnya di sini. Tugas Gus Nial sekarang adalah menyalami tamu dan tersenyum bersama dengan Neng Marwa. Bukan ke sini, hanya sebab menenangkan SAYA!" Mutiara menekankan kata "SAYA" diakhir ucapnya. "Kamu bahagia?" pertanyaan Gus Nial langsung direspon senyuman oleh Mutiara. "Sejak kapan saya sedih? Sejak kapan saya tidak rela? Sejak kapan saya tidak ikhlas? Saya sangat bahagia melihat Pernikahan Gus Nial dengan Neng Marwa," tutur Mutiara dengan membendung air mata yang hampir tumpah. "Kamu tidak mencintai saya?" "TIDAK!" "Kamu tidak punya perasaan sama saya?" "TIDAK!" "Kamu benar-benar rela?" "IYA!" "Saya mau pergi, Assalamualaikum," salam Mutiara lalu pergi meninggalkan Gus Nial sendiri. "Mutiara, tidak akan pernah menjadi Mutiaraku," lirih Gus Nial. ••• "Ternyata, pura-pura bahagia itu sakit, ya. Ternyata, pura-pura ikhlas itu berat, ya. Ternyata, pura-pura rela itu nyeri, ya." Mutiara menyipitkan matanya. ••• Ini cerita keduaku setelah selesai nulis Mahkota Impian Santri. Let reading. Be enjoy ya. Story by Lailiintan_ Started : 09 Agustus 2021 Finished :

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan