Sepercik Rasa Dari Tuan

Sepercik Rasa Dari Tuan

  • WpView
    Reads 231,730
  • WpVote
    Votes 27,635
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Slow Burn
Slice of Life
Arik tidak percaya dengan pernikahan. Kedua orang tuanya bercerai sejak ia masih di bangku sekolah dasar, mementingkan ego dengan menikah lagi membentuk keluarga baru. Sementara Arik, di masa tumbuh kembangnya yang perlu pengawasan orang tua, ia sibuk dioper sana sini, ke rumah paman, tante dan neneknya, bergantian, terus-menerus, hingga kini ia tumbuh menjadi pria matang tiga puluh dua tahun. Arik tidak ingin seperti orang tuanya, karena itu ia memutuskan untuk tidak menikah, memilih hidup tenang mengolah tanah perkebunan sawit juga jagungnya di desa. Kehidupan tenang Arik yang sepi dan teroganisir, berubah sedikit berantakan kala Arik terpaksa menikahi Jelita. Perempuan yang nyaris dipasung keluarganya karena trauma masa kecilnya usai dilecehkan oleh keluarganya sendiri. Pagi yang sunyi, rapih dan bersih di rumah Arik, kini digantikan dengan suara-suara gumaman Jelita yang terus memojok di dekat lemari dengan gaun putih yang tidak ingin ia ganti. Dua trauma, dua manusia. Akan kah ada obat di tengah ketakutan itu?
All Rights Reserved
#3
komedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • The Last Yes!
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Círculo del Destino
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • EINSTEIN [END]
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines