Mala (20) adalah seorang kakak yang terpaksa melipat mimpinya rapat-rapat demi menjadi tulang punggung keluarga. Di sebuah rumah yang lembap, ia bertarung dengan asap dapur dan kemiskinan untuk menghidupi Ibunya yang sakit serta adiknya, Yaya (13), yang mulai kehilangan arah. Bekerja sebagai buruh di toko percetakan yang pengap, Mala menganggap setiap lembar kertas yang ia cetak sebagai jembatan untuk masa depan adiknya, meski ia sendiri harus berdiri berjam-jam hingga kakinya bengkak.
Namun, ruang takdir mereka mulai retak ketika beban hidup membuat komunikasi di antara kakak beradik ini mendingin. Yaya yang merasa tertekan oleh keadaan mulai mencari pelarian di luar rumah, menyeretnya ke lingkungan yang membahayakan masa depannya. Mala harus berjuang mati-matian untuk menarik kembali adiknya dari jurang kehancuran, tepat ketika sebuah peristiwa tak terduga di jalan raya datang menguji batas pengorbanan seorang kakak.
Di tengah kepungan noda tinta yang sulit hilang dan rahasia yang tersimpan dalam buku harian kusam, Mala dihadapkan pada pilihan sulit: seberapa jauh ia mampu bertahan saat takdir terus-menerus menagih sisa tenaga yang ia miliki?
All Rights Reserved