Alanza Salim, seorang wanita sederhana yang memikat, telah pernah mengalami perjalanan hidup yang luar biasa-mulai dari menghadapi kematian hingga menjalani transmigrasi ke dunia yang berbeda. Kini, takdir kembali mengantarnya melalui peristiwa serupa: kematian yang menjadi pintu gerbang bagi transmigrasi kali kedua, namun kali ini menuju dunia kultivasi yang eksis sebagai alam semesta paralel.
Sama seperti perjalanan pertamanya, Alanza memasuki tubuh seorang gadis berusia delapan belas tahun yang baru saja meninggal akibat kelaparan. Namun, sebuah kenyataan mengejutkan menyambutnya: pemilik tubuh asli tidak memiliki kemampuan untuk berkultivasi sama sekali, hingga dipermalukan dengan julukan "sampah dunia" oleh masyarakat luas, bahkan oleh anggota keluarga kandungnya sendiri.
Alanza dengan cepat memahami alasannya. Di dunia di mana kekuatan dan kemampuan kultivasi menjadi dasar penghormatan dan martabat seseorang, pengucilan tak terhindarkan bagi mereka yang tidak mampu mengembangkan bakat tersebut. Lebih dari itu, keluarga gadis muda tersebut telah menjunjung tinggi nama baik sebagai garis keturunan yang secara turun temurun melahirkan jenius kultivasi yang luar biasa. Oleh karena itu, kondisi gadis muda yang tidak bisa berkultivasi dianggap sebagai aib yang mempermalukan keluarga, sehingga ia pun harus menghadapi pengucilan yang menyakitkan dari orang-orang terdekatnya.
Namun, di tengah kegelapan situasi tersebut, ada sinar harapan yang menerangi jalan Alanza. Ariel-sistem canggih yang telah menemani dan membantunya dalam perjalanan transmigrasi pertama-kembali bersamanya untuk menjadi pendamping dalam menghadapi segala tantangan di dunia kultivasi yang baru ini.
Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Alanza Salim yang kedua ini? Akankah dia berhasil menemukan cara untuk bertahan hidup, bahkan mungkin mengubah takdir yang telah ditentukan untuk dirinya? Ataukah takdir akan kembali membawa dia melalui siklus kematian dan transmigrasi yang tak terduga?
All Rights Reserved