EX
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"putus." "ru? are u serious? why?" "semenjak pacaran sama kamu nilai aku jadi turun drastis, aku gamau, aku gabisa kalo liat nilai aku makin turun, jadi aku mau kamu mengerti sedikit!" "ok, kalo itu keinginan kamu, aku harap nilai kamu semakin meningkat setelah putus dari aku." hal yang sangat Danzel tidak bayangkan adalah ketika dimana dirinya akan putus dengan arumi, seseorang yang sangat ia cintai dengan hebat, namun ia juga tidak bisa apa-apa setelah mendengar alasan arumi, entah kenapa dirinya merasa sangat sakit mendengar kata putus dari arumi. arumi memang seseorang yang sangat berambisi untuk mendapat nilai sempurna, walaupun orang tua nya tidak terlalu peduli akan nilainya, arumi tetap saja memiliki ambisi yang sangat besar. saat berpacaran mereka banyak menghabiskan waktu bersama untuk bermain, mungkin karena hal tersebut makanya arumi tidak memiliki waktu untuk belajar dengan maksimal sehingga nilai nya turun drastis. awal putus hari hari arumi terasa biasa saja, malah semakin bahagia sebab nilai nya sudah jauh lebih membaik, namun 2 bulan tanpa adanya Danzel arumi merasa kosong, entah mengapa rasanya seperti ada yang hilang dari dirinya. di sela kekosongannya datang seseorang yang membuat dirinya merasa penuh kembali namun bayang-bayang Danzel masih tak hilang, semua yang dilakukan orang baru yang arumi temukan mengingatkannya pada Danzel. jadi apa yang arumi lakukan selanjutnya? apakah arumi akan kembali pada Danzel atau tetap bersama orang baru?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines