LOST SOULS

LOST SOULS

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
Kehidupan memang tidak bisa sesuai dengan ekspektasi kita, tapi berharap memiliki kehidupan yang bahagia itu boleh kan? Raga nya memang sehat, tapi jiwa nya menampung beribu penyakit. Cara sembuhnya gimana? ~~ "Bodoh, coba kamu lihat Zelina yang pintar dan ber prestasi itu. Mamah rasa kamu ga akan bisa seperti dia," "Nilai ulangan macam apa ini Nala? Bikin malu papah aja!," "Banyak yang lebih baik daripada gue nal, sorry gue gabisa balas perasaan lo," "Mah, Pah. Nala boleh minta pelukan?," "BUNUH AJA GUA SIALAN!!, " ~~ Tetaplah hidup meskipun jiwa mu sudah mati, percayalah bahwa Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang indah di depan sana. Hiduplah dengan baik dan bahagia, wahai jiwa-jiwa yang kehilangan arah. ALERT⚠️ Cerita ini murni tulisan ku. Jangan plagiat dan merugikan orang lain. Hiduplah menjadi orang baik. Arigathanks💗
All Rights Reserved
#127
teorikatapublishing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines