The  Silent Expiretion [AKAN SEGERA KEMBALI]

The Silent Expiretion [AKAN SEGERA KEMBALI]

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Satu nyawa dibayar satu nyawa. Seharusnya kau yang mati hari itu, bukan Mama." Kalimat itu adalah kutukan yang harus Tia Clarissa telan setiap hari di mansion Alister. Sejak kecelakaan maut saat ia berusia tujuh tahun, dunia Tia runtuh seketika. Ibunya tewas di tempat kejadian demi melindunginya, sementara Tia harus melewati koma berbulan-bulan hanya untuk bangun dan mendapati dirinya dianggap sebagai pembunuh oleh Papa, Kak Devan, dan Kak Arsen. Di rumah itu, eksistensi Tia hanyalah bayang-bayang kelam dari sebuah tragedi yang tak pernah dimaafkan. Demi menutupi luka batin yang menganga dan rasa haus akan kasih sayang, Tia memilih menjadi "Ratu Malapetaka" di sekolah. Ia menjadi sosok pick-me yang haus perhatian dan ratu bully yang ditakuti, melakukan segala cara agar dunia melihatnya-karena di rumah, ia tidak pernah dianggap ada. Namun, di balik topeng kejam itu, Tia menyimpan rahasia berdarah di balik sapu tangannya. Penyakit langka yang mematikan perlahan menggerogoti sarafnya, seolah setuju dengan kutukan keluarganya bahwa Tia memang harus segera menyusul sang Ibu. Kini, jam pasir tak kasat mata miliknya hampir habis. Di tengah pertengkaran hebat dan kebencian yang kian memuncak, Tia memutuskan untuk berhenti memberontak. Ia bersiap untuk pergi tanpa meninggalkan jejak suara, membiarkan istana Alister mendapatkan ketenangan yang selama ini mereka inginkan. Sebab bagi Tia, kematian bukanlah hal yang menakutkan; yang paling menakutkan adalah terus dianggap sebagai beban dan pembunuh oleh orang-orang yang paling ia sayangi.
All Rights Reserved
#512
tangguh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines