Diari Kecil Laksa

Diari Kecil Laksa

  • WpView
    Reads 545
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2026
Pertemuan pertama antara Laksa dan Kinan, membuat mereka saling membutuhkan satu sama lain. Laksa yang memiliki keluarga lengkap, tapi hanya dianggap angin lalu. Begitu juga dengan Kinan, yang ditinggalkan di rumah sendirian, karena ayah dan ibunya yang selingkuh dan menikah lagi. Membuat dirinya harus menjalani hari-hari dengan sepi. Setelah bertemu, mereka menemukan arti kehidupan selama ini. Tentang hidup yang memang tidak selalu berjalan lancar, tentang hal-hal kecil yang bisa membuat kita bertahan.
All Rights Reserved
#184
sungho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retak yang Sama (REVISI!)
  • Astra's {END}
  • Keano
  • Never Meet The Ground (BERLANJUT)
  • Joyride
  • Teras Rasa
  • Sunshine
  • BLIND [END]
  • Langkah Pulang Tanpa Sambutan [ ✓ ]
  • OLFY{J} || Brothership

Keano dan Seano, si kembar yang berbeda. Banyak yang bilang mereka mirip, namun lain lagi bagi mereka yang bahkan tidak pernah sekalipun merasa demikian. Keduanya tumbuh sebagai anak yang menutup diri dari dunia luar, banyak luka yang di tutup rapat oleh Keano dan Seano. Keano yang sedari kecil sudah belajar bahwa tarikan nafas itu adalah sebuah perjuangan, bukan hanya semata karena asmanya kambuh, melainkan karena dunia yang terasa terlalu berat untuk ia lalui. Keano menutupi lukanya dengan senyuman, banyak yang akhirnya menganggap Keano adalah anak yang hidupnya selalu berjalan baik-baik saja, namun tidak bagi Seano. Di balik itu semua, Seano juga sama jauhnya dari kata baik-baik saja. Jika Keano menyembunyikan luka di balik senyum, maka Seano menyimpannya dalam diam yang panjang. Ia tidak pandai berpura-pura. Matanya terlalu jujur untuk mengatakan semuanya baik-baik saja. Seano tumbuh dengan beban ekspektasi yang tak pernah ia minta. Setiap nilai harus sempurna, setiap langkah harus lebih unggul, setiap kesalahan terasa seperti vonis yang tak bisa diampuni. Mereka adalah dua sisi dari cermin yang retak. Sama-sama terluka, hanya cara bertahannya yang berbeda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines