[BL] [On Going] Setiap goresan di kanvas atau sketchbook nya adalah sebagian dari jiwa nya. Hidup sehari-hari dengan kekosongan dan kesendirian membuat dia mencurahkan hatinya di semua gambar yang dia lukis. Namanya Galuh Prayoga, mahasiswa jurusan DKV ini sangat menyukai ketika jarinya mencoret-coret kertas putih dengan gambar-gambar abstrak nya. Hidupnya yang monoton itu berubah setelah dirinya selesai membaca sebuah novel yang dia beli di toko buku. Ketika Galuh ingin berangkat ke kampus nya, dia mengalami kecelakaan. Motor yang dia kendarai dengan kecepatan tinggi itu menabrak sebuah pembatas jalan ketika menghindari seekor kucing yang tengah menyebrang jalan. Namun bukannya meninggal, jiwa Galuh ber-Tramsmigrasi ke novel yang kemarin dia baca. Bukan sebagai protagonis, antagonis, atau tokoh-tokoh yang ada di buku itu. Jiwanya memasuki tubuh yang namanya tak pernah di sebut di dalam cerita. Tubuh yang memiliki nasib dan kondisi yang sama dengan dirinya. Galuh bertanya, mengapa dia harus repot-repot berpindah tubuh jika nasib mereka sama. Dia lebih baik pergi ke alam akhirat daripada menjalani kehidupan seperti ini. Namun apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Dia tetap menjalankan tugasnya di dunia baru ini, terlebih lagi dia tidak ingin berdekatan dengan semua tokoh atau ikut campur alur di novel ini.
More details