The Seat Next to Mine

The Seat Next to Mine

  • WpView
    Reads 1,376
  • WpVote
    Votes 221
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Pair: Shikatema Sinopsis: Bagi Shikamaru Nara, hidup adalah tentang meminimalisir gangguan. Cukup dengan bangku pojok di kelas 2-A, pemandangan awan yang bebas, dan tidur siang yang tidak terinterupsi. Baginya, segala bentuk tanggung jawab adalah hal yang "merepotkan". Namun, ketenangannya terusik saat Temari, siswi pindahan dari Suna yang memiliki tatapan setajam silet dan lidah yang lebih pedas dari wasabi, datang dan menduduki kursi tepat di sebelahnya. Temari tidak suka basa-basi. Ia disiplin, blak-blakan, dan tidak punya waktu untuk meladeni kemalasan Shikamaru. Baginya, Shikamaru hanyalah pria aneh yang membuang-buang potensi otaknya. Tapi, sebuah tugas proyek kewarganegaraan dari Asuma-sensei memaksa keduanya untuk keluar dari zona nyaman mereka. Dari perdebatan sengit di perpustakaan, observasi drainase di pasar yang berdebu, hingga terjebak hujan badai di halte bus tua, Shikamaru dan Temari mulai menyadari satu hal: Mungkin, memiliki seseorang yang "merepotkan" di sisi kita tidak seburuk itu. Terutama jika orang itu adalah satu-satunya yang bisa membuatmu tetap terjaga di bawah langit Konoha yang indah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Mulih (END)
  • Sweetly Tied
  • The Last Yes!
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • EINSTEIN [END]
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines