"Selama ada aku, kamu ngga bakal kehabisan susu stroberi. Aku bakal bawain buat kamu tiap hari sampai kita gede. Janji, Yora?"
Bagi Liora Zaydenara, dunia selalu terasa aman selama ada Nathaniel Althafandra di sisinya. Persahabatan mereka bermula dari sebuah janji kelingking sederhana di teras belakang rumah saat usia mereka baru enam tahun. Dua belas tahun berlalu, janji itu tidak pernah luntur. Nathan tumbuh menjadi pelindung yang tak kasat mata bagi Liora-selalu ada dengan sekotak susu stroberi dingin, jaket kulit yang hangat, dan tatapan tajam bagi siapa pun yang berani mengganggu gadis itu.
Di SMA Pelita, semua orang tahu bahwa Nathan dan Liora adalah paket tak terpisahkan. Meskipun Nathan dikenal dingin, kaku, dan irit bicara kepada dunia, ia berubah menjadi sosok yang lembut dan perhatian hanya di depan Liora-satu-satunya orang yang berhak memanggilnya "Niel".
Namun, di balik kenyamanan status "sahabat", ada perasaan yang mulai tumbuh tak terkendali. Liora mulai merasakan degup jantung yang berbeda setiap kali jemari Nathan menyentuhnya, dan Nathan mulai menunjukkan sisi posesif yang melampaui batas persahabatan biasa. Dukungan dari sang kakak, Arka, dan geng kuliahnya yang seru memang membuat segalanya tampak sempurna, tapi sebuah pertanyaan besar mulai menggantung di udara:
Sampai kapan mereka bisa bertahan di zona nyaman ini? Apakah cinta akan mempererat janji mereka, atau justru menjadi awal dari kehilangan yang paling menyakitkan?
Di antara dinginnya udara Bandung dan manisnya aroma stroberi, Nathan dan Liora harus belajar bahwa menjaga seseorang ternyata jauh lebih sulit daripada sekadar memenangkan medali emas di lapangan basket.
Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah.
Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas.
Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel,
Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita.
Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan.
Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan.
Dia harus membuat dunia percaya dia mati.
Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun.
Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa.
"Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?"
-Hazellette Ashcroft-
"Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja."
-Gillian L. Grandwood-