Until My Last Prayer

Until My Last Prayer

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2026
Mahira Azeen Vardani tidak pernah percaya pada takdir yang kejam. Ia hanya percaya pada doa. Sebagai penari yang hidup untuk kemanusiaan, Mahira terbiasa mendoakan orang lain. Bahkan orang asing yang tidak pernah ia kenal. Hidupnya berjalan tenang sampai ia bertemu Syahiq Emre Karahan. Seorang pria Turki yang dingin dan berbahaya yang menatapnya seolah telah mengenalnya sejak lama. Pertemuan pertama mereka terasa aneh dan dalam. Seperti kenangan yang hilang dari kehidupan yang tidak mereka ingat. Seperti dua jiwa yang pernah saling mencintai lalu mati bersama. Namun cinta mereka bukan kisah yang baru dimulai. Berabad abad lalu lahir sumpah kebencian dari sebuah keluarga yang dipermalukan. Sejak saat itu setiap kehidupan mereka selalu berakhir dengan nasib yang sama. Perpisahan. Darah. Dan kematian. Kini bayangan masa lalu itu kembali mengejar. Ketika rahasia lama mulai terbuka dan bahaya semakin dekat, Mahira dan Syahiq harus memilih. Melawan takdir yang telah menghancurkan mereka berkali-kali atau mengorbankan cinta sekali lagi agar kutukan itu berhenti. Karena dalam kisah ini hanya ada satu kebenaran. "Selama doa masih diucapkan, cinta tidak pernah benar-benar mati." • Start: 17 Maret 2026 • Finish:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain's Mother

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines