PONI YANG SALAH JATUH

PONI YANG SALAH JATUH

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 10, 2026
Giska tumbuh yatim piatu, hanya nenek yang menemaninya. Saat Giska umur 15 tahun, neneknya menghembuskan napas terakhir. namun dia nggak putus asa, ia terpaksa—sekolah sambil kerja paruh waktu, hidup seadanya di kamar kos kecil. Di usia 25 tahun, Giska akhirnya diterima di perusahaan besar. Malam sebelum hari pertama masuk kerja, dia duduk diam di apartemennya, lelah tapi terjaga. Tanpa dia duga, itu malam terakhirnya. Giska meninggal sebelum sempat memulai hari esok. Dia terbangun dalam tubuh yang kaku dan nyeri, seakan sudah lama berbaring. Ruangan asing, suara asing, dan orang-orang memanggilnya “Gynna”. Padahal namanya Giska bukan? Giska mencoba bicara, tapi suaranya keluar lemah—lebih halus dari yang dia kenal. Poni jatuh lagi ke mata kanan secara refleks dia menyibaknya, lalu membeku, tangan yang ia angkat bukan miliknya, kulitnya lebih pucat, nadinya berbeda. Di cermin di samping tempat tidur, sepasang iris cokelat menatap balik—kelopak rada turun, lelah permanen yang nggak dia miliki dulu. Perempuan yang duduk di kursi—Melisa—menyentuh lengannya, suara bergetar, “Gynna, akhirnya kamu bangun setelah 2 Minggu kamu koma.” Giska menelan nama itu, dia memilih diam. Dia ingat apartemennya yang sempit, sepatu kerja baru yang belum dipakai, bunyi ponsel yang nggak pernah lagi berdering untuknya. Memori Gynna menyelip pelan, lorong sekolah menengah, Gynna tampak seperti siswi jarang bicara. Giska sadar tubuh ini masih SMA—seragam abu-putih tersampir di kursi, ransel biru tua di atas meja, dan jadwal pelajaran kelas XI yang tertempel di dinding kamar. Giska terpaksa menjalani hidup Gynna. Ketegangan muncul bukan dari kebohongan besar, tapi dari hal kecil, apa dia bisa meniru tulisan tangan Gynna di absensi, atau pura-pura ingat pelajaran yang tak pernah dia pelajari. Giska cuma ingin bertahan sebagai murid kelas XI yang baru pulang dari koma.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect Antagonist (end)
  • MORGAN
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Binar Rembulan~Transmigrasi
  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • When The Villain Looks at Me [END]

Danaya Eloise Benedetta itu punya segalanya, dari harta, tahta, paras, bahkan kekuasaan, apapun yang ia inginkan, akan selalu ia dapatkan. Marga Benedetta yang ia sandang bukan hanya sekedar nama biasa. Danaya, nyaris sempurna. Hanya satu yang perempuan itu tidak bisa ia dapatkan, cinta sang tokoh utama pria. Karena peran Antagonis yang ia sandang, akan tetap kalah dengan si pemeran utama wanita, sesempurna apapun penulis menjabarkannya. Kegilaannya dalam menyakiti si pemeran utama wanita selalu mendapatkan hujatan, dan sumpah serapah dari pembaca novel 'Dear Denara.' Hingga akhir tragis ia dapatkan, di ujung pisau pria yang dicintainya. Sementara itu, Avalin Danaya adalah seorang perempuan gila kerja, yang memasuki raga Danaya Eloise tepat di bab semua kegilaan perempuan itu tertulis. Avalin Danaya tidak pernah berniat mengubah alur, akan tetap ia jalankan seperti yang tertulis. ~***~ Warn! Semua nama, tokoh, lokasi, dan organisasi dalam cerita ini hanyalah fiksi!

More details
WpActionLinkContent Guidelines