DESTINY IN DARK SIN

DESTINY IN DARK SIN

  • WpView
    Membaca 4,427
  • WpVote
    Vote 283
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadLengkap Sen, Jul 20, 2026
Duke Silas Kael, seorang kartel yang mematikan nuraninya setelah membantai istri dan ayah tirinya yang berkhianat, kini bertahta di balik jeruji besi sebagai sosok iblis yang haus darah. Kegelapan hidupnya terusik oleh kehadiran calon dokter yang gagal dan terpaksa menjadi pelayan sekaligus pendamping pribadinya, sosok murni yang seketika memicu obsesi gelap dan posesif dalam diri Silas. Wanita tak bersalah menjadi alat pelampiasan masa lalunya. "Kau segalanya, bagiku Leah."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
traumatic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Caged Whispers
  • No Escape Señorita
  • Love Devil Revisi : Of Devils and Gods Who Loved
  • DANCING WITH THE DEVIL [END]
  • LA FEDELTÀ
  • The Crow's Oath
  • Prison in Prada
  • fallin into ruin
  • La Señora
  • Vicious

"Lepaskan aku..." suara Alice bergetar, tangannya meronta sekuat tenaga dari cengkeraman yang terlalu dingin, terlalu kuat. Nafasnya memburu, seolah udara di sekitarnya menolak untuk masuk ke paru-paru. Namun Van tidak bergeming. Satu tangannya menahan pergelangan Alice, tangan satunya terulur ke wajahnya. Ujung jarinya kasar, dingin, saat ia mengangkat dagu Alice dengan paksa. "Mengapa kau selalu mencoba lari dariku?" bisiknya pelan, nyaris lembut, tapi mengandung ancaman yang menusuk tulang. Alice memejamkan mata, menolak menatap. Namun cengkeraman itu semakin menekan, membuatnya tak punya pilihan selain menatap ke dalam sepasang mata gelap yang menelannya bulat-bulat. "Bukalah matamu," perintah Van lirih, seakan mantra. "Aku ingin kau lihat sendiri... bahwa satu-satunya tempatmu hanyalah di sisiku." Air mata Alice jatuh. Dalam diam, ia tahu, protesnya tidak berarti apa-apa. Sebab pria itu bukan sekadar ingin memilikinya, ia ingin menghapus seluruh dunia Alice, hingga yang tersisa hanyalah dirinya. Dan pada malam itu, ia sadar : kebebasan hanyalah mimpi.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan