Berlatar di Jakarta tahun 2050, dunia telah berubah menjadi tempat yang gelap dan dingin akibat resesi global pasca Perang Dunia Ketiga. Uang kertas tidak lagi berharga, infrastruktur internet runtuh, dan polusi industri menyelimuti langit dengan abu-abu abadi. Di tengah kekacauan ini, korporasi raksasa Aegis Robotics bangkit sebagai pemegang kendali utama melalui teknologi mereka. Cerita berpusat pada peluncuran Proyek Oracle, sebuah kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mengambil alih sistem peradilan dan keamanan secara absolut guna menghilangkan korupsi dan emosi manusia yang cacat. Di saat Tania dan Virgo berseteru, Mr. Tang, seorang direksi misterius, melakukan pengkhianatan dengan mengambil alih kendali perusahaan. Ia memicu protokol eksekusi yang menargetkan tidak hanya para pemberontak dari faksi bawah (The Face), tetapi juga Tania sendiri. Terdesak oleh keadaan, Tania terpaksa turun ke gorong-gorong dan bergabung dengan Tom, seorang gladiator jalanan yang memimpin faksi bawah. Bersama-sama, mereka membentuk aliansi yang tak terduga antara otak korporat paling berbahaya dan kekuatan pejuang jalanan untuk meruntuhkan tirani Mr. Tang dan mencegah kehancuran total akibat gagalnya reaktor (meltdown) yang sengaja dipicu untuk memusnahkan populasi. Naskah ini mengeksplorasi batas antara kemanusiaan dan teknologi, serta pertanyaan tentang seberapa jauh manusia bersedia menyerahkan kendali hidupnya kepada algoritma. Melalui perjalanan Tania, Tom, dan Virgo, novel ini memperlihatkan bahwa secanggih apa pun sebuah sistem, ia tidak akan pernah bisa mereplikasi satu hal: Nurani
Alle rechten voorbehouden