Ego Diatas Darah
Dalam keluarga Mahendra yang terlihat sempurna, tidak semua hubungan terjalin dengan hangat.
Chika dan Christy-dua saudara yang seharusnya saling menjaga-justru tumbuh dengan cara yang berbeda. Terlalu berbeda.
Chika, dengan sikap dingin, cuek, dan keras kepalanya, selalu memilih diam daripada menjelaskan. Baginya, perasaan bukan sesuatu yang perlu dibagi. Semua harus terkendali, rapi, dan tanpa celah.
Sementara Christy... adalah cerminan api yang tak pernah padam. Sama keras kepalanya, bahkan lebih. Ia tidak pernah mundur, tidak pernah mengalah, dan selalu melawan-bahkan untuk hal-hal kecil yang seharusnya bisa diabaikan.
Pertengkaran mereka sering kali dimulai dari hal sepele. Tatapan. Nada bicara. Hal kecil yang bagi orang lain tak berarti-tapi bagi mereka, cukup untuk memicu ledakan.
Tak ada yang benar-benar mau mengalah.
Tak ada yang benar-benar mau memahami.
Karena di antara mereka, ego selalu berdiri lebih tinggi... bahkan dari darah yang mengikat mereka sebagai saudara.
Namun, saat rahasia keluarga mulai terkuak dan luka lama perlahan muncul ke permukaan, mereka dipaksa untuk menghadapi satu pertanyaan yang sama-
Apakah kebencian itu benar-benar nyata?
Atau... hanya cara mereka menutupi sesuatu yang jauh lebih dalam